Jumat, 25 April 2014

Bersyukurlah ~


Aku dikirimi narasi ini disaat lagi jenuh-jenuhnya kuliah dan diberi Allah rasa sakit yang begitu dalam. Sekarang, aku tak perlu risau. Aku cukup mengatakan ''Alhamdulillah."

Jumat, 18 April 2014

Bukan, Aku Tak Akan Memaksa

Malam terlalu sunyi untuk menggapai jarak yang aku tempuh, walau hanya untuk sekedar melihat sepasang bola mata dengan senyum sederhana darimu. Pagi terlalu singkat, walau hanya untuk aku datang menghampiri jarak beratus kilometer dengan harap tanpa sebuah tindakan. Siang nampaknya ia terlalu cerah, walau hanya untuk melihat segala aktivitasmu atau untuk menghilangkan rasa khawatir atau cemasku ketika kabar tak kudapati darimu. Bukan aku tak ingin bertanya kepadamu, tapi aku paham akan posisiku sekarang.

Kamu tak salah untuk bersikap sedemikian diamnya terhadapku. Kamu tak salah ketika ramah saat menjadi pendengar cerita aku. Bahkan, kamu tak pernah salah ketika baik membalas segala pintaku terhadapmu walau hanya selembut doa. Nyatanya, hanya itukan yang aku bisa pinta darimu? melalui doa. Bukan aku tak ingin meminta banyak hal kepadamu, tapi aku paham akan posisiku sekarang.

Kalau saja kamu bisa menjamin keberadaanku nanti. Aku pasti yakin bahwa segala penantianku padamu saat ini tak akan aku perdebatkan sekarang. Namun, siapa yang bisa menjamin itu selain dirimu? Aku hanya wanita tak bisa secepat merpati untuk bergerak mengambil hati.

Biarkan aku tetap menjadi pencerita segala kisahku kepadamu. Biar aku tak perlu banyak berbagi ketika kamu memang pasti memilihkan aku posisi tepat disampingmu. Biarkan saja aku tetap menutup diri dari pemberi nasihat lain selain dari dirimu. Biar aku belajar mengerti bagaimana rasanya bersabar untuk sebuah keindahan walau itu masih terlihat semu didepannya. Biarkan saja keyakinan ini tetap menunggu kamu, menunggu akan sebuah kepastian, kepastian yang akan membuahkan hasil dari sebuah kesabaran. Akhir bahagia atau akhirnya indah sesuai Takdir-Nya. Bukan aku memaksa untuk mengetahui akan posisiku sekarang.

Hanya saja aku mulai ragu akan penantian ini, apakah aku juga dinanti setiap harinya walau hanya lewat komunikasi seperti ini?

Mungkin hanya kamu yang tahu apa jawabannya. Aku tak akan memaksa.

(c) Anisa Novita Sari | Jatiwarna, 16 April 2014
"teruntuk kamu, orang yang pertama kali menjadi pembaca pertama dan pemberi komentar pertama. Kamu, Mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Sains & Matematika Universitas Diponegoro 2011."