Senin, 09 Juni 2014

Kamu menunggu?

lewat pemberian ini, saya belajar banyak dari kamu. Bukan, bukan karena warnanya pink yg bikin merah merona. Tapi karena tulisannya yang terlalu sweet buat saya. Jarang kamu seperti ini, walau saat menerimanya saya terlampau senang betul walaupun setelahnya postingan itu kamu delete di timeline saya.
Aku masih sabar dan masih kebal akan kata jarak :)
Disini, menunggu datangnya sebuah keindahan yang bahkan jauh lebih indah dari sekedar kata "jadian"
Semangat memantaskan diri buat kita, saya yakin titik yang kita tuju sudah satu frekuensi, hanya saja akan ada campur tangan Allah SWT yang senantiasa memberikan restu dan ridho-Nya untuk kita.

Maka,
Serahkanlah hidup dan matimu,
Serahkan pada Allah semata,
Serahkan duka gembira mu,
Agar damai senantiasa hatimu.....

Rabu, 21 Mei 2014

Batas Waktu

Aku berontak dari gelapnya malam. Bukan maksud mencari pembelaan, hanya saja aku ingin melihat penerangan. Berlari untuk bergegas mencari. 
Aku mungkin saling menyangka datangnya sinar cahaya. Semeringah rona wajah, tanpa tahu kebenaran datangnya sinar itu. Semakin kencang langkah kaki mengijak bumi. Menyusuri lorong dari kegelapan yang menyelimuti.
Aku bosan. Aku jenuh.
Tak banyak hal yang bisa aku lakukan selain berhenti untuk menghela nafas. Berlari, mencari sebuah harapan atas secercah cahaya yg terlihat dari jauhnya kegelapan.
Sampai akhirnya aku bertemu, ternyata itu bukan cahaya. Melainkan, kamu.
Kamu, yang tiap hari mencabut rasa jenuhku. 
Kamu, yang tiap hari menghilangkan rasa bosanku.
Kamu, yang tiap hari memberikan sececrcah sinar dari gelapnya malam.
Ternyata aku tak perlu jauh berlari. Aku hanya perlu menunggu selagi berusaha berjalan pelan menghampirimu, dibatas waktu.

Karya, Anisa Novita Sari | Jatiwarna, 21 Mei 2014

Senin, 19 Mei 2014

Bebas

Malam ini entah kenapa mau cerita tentang seseorang.
Yang hobinya ngasih emote senyum kalo lagi gue ga mood.
Yang hobinya ngedoain kalo gue lagi bilang besok ujian sesuatu.
Yang hobinya nasehatin kalo lagi jauh dari Allah.
Yang hobinya ngasih kata "semangat" "ganbatte" atau apalah itu kalo gue lagi butuh kata itu.
Yang hobinya sms singkat tapi punya makna tersendiri buat gue.
Yang hobinya cuek tapi diem-diem merhatiin.
Yang hobinya bikin gemes tapi kadang-kadang ngangenin.
Yang hobinya ngomongin arsenal tapi gue sukanya manchester united.
Yang hobinya chat facebook daripada smsn.
Yang hobinya silaturahmi sama orang lain.
Yang hobinya pake kacamata.
Yang hobinya ngomong huruf "r" tapi cadel.
Yang hobinya minta disamperin ke semarang.
Yang hobinya ngasih emote jempol kalo bilang iya atau sip.
Yang hobinya pake tanda baca kalo lagi chat atau smsn.
Yang hobinya gak ketebak maunya apa.
Yang hobinya bikin penasaran.
Yang hobinya masih suka menyebalkan.
Yang hobinya bikin gue gabisa lepas ke lain hati.
Heran, kenapa gue mau cerita tentang seseorang ini.
Sekian

Anisa Novita Sari | Jatiwarna, 19 Mei 2014

Jumat, 25 April 2014

Bersyukurlah ~


Aku dikirimi narasi ini disaat lagi jenuh-jenuhnya kuliah dan diberi Allah rasa sakit yang begitu dalam. Sekarang, aku tak perlu risau. Aku cukup mengatakan ''Alhamdulillah."

Jumat, 18 April 2014

Bukan, Aku Tak Akan Memaksa

Malam terlalu sunyi untuk menggapai jarak yang aku tempuh, walau hanya untuk sekedar melihat sepasang bola mata dengan senyum sederhana darimu. Pagi terlalu singkat, walau hanya untuk aku datang menghampiri jarak beratus kilometer dengan harap tanpa sebuah tindakan. Siang nampaknya ia terlalu cerah, walau hanya untuk melihat segala aktivitasmu atau untuk menghilangkan rasa khawatir atau cemasku ketika kabar tak kudapati darimu. Bukan aku tak ingin bertanya kepadamu, tapi aku paham akan posisiku sekarang.

Kamu tak salah untuk bersikap sedemikian diamnya terhadapku. Kamu tak salah ketika ramah saat menjadi pendengar cerita aku. Bahkan, kamu tak pernah salah ketika baik membalas segala pintaku terhadapmu walau hanya selembut doa. Nyatanya, hanya itukan yang aku bisa pinta darimu? melalui doa. Bukan aku tak ingin meminta banyak hal kepadamu, tapi aku paham akan posisiku sekarang.

Kalau saja kamu bisa menjamin keberadaanku nanti. Aku pasti yakin bahwa segala penantianku padamu saat ini tak akan aku perdebatkan sekarang. Namun, siapa yang bisa menjamin itu selain dirimu? Aku hanya wanita tak bisa secepat merpati untuk bergerak mengambil hati.

Biarkan aku tetap menjadi pencerita segala kisahku kepadamu. Biar aku tak perlu banyak berbagi ketika kamu memang pasti memilihkan aku posisi tepat disampingmu. Biarkan saja aku tetap menutup diri dari pemberi nasihat lain selain dari dirimu. Biar aku belajar mengerti bagaimana rasanya bersabar untuk sebuah keindahan walau itu masih terlihat semu didepannya. Biarkan saja keyakinan ini tetap menunggu kamu, menunggu akan sebuah kepastian, kepastian yang akan membuahkan hasil dari sebuah kesabaran. Akhir bahagia atau akhirnya indah sesuai Takdir-Nya. Bukan aku memaksa untuk mengetahui akan posisiku sekarang.

Hanya saja aku mulai ragu akan penantian ini, apakah aku juga dinanti setiap harinya walau hanya lewat komunikasi seperti ini?

Mungkin hanya kamu yang tahu apa jawabannya. Aku tak akan memaksa.

(c) Anisa Novita Sari | Jatiwarna, 16 April 2014
"teruntuk kamu, orang yang pertama kali menjadi pembaca pertama dan pemberi komentar pertama. Kamu, Mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Sains & Matematika Universitas Diponegoro 2011."

Kamis, 06 Maret 2014

Photo Session A3 & Sixtet







 Atas (kiri - kanan) = Arli, fara, ratsha, gita, aen, ulfah
Bawah (kiri-kanan) = doci, ammar, dhika
Terlalu banyak hal yang lebih dari sekedar foto ini, bareng mereka.

Rabu, 05 Maret 2014

Datang - Hilang - Datang - Hilang - dan begitu seterusnya


Hai blog!

Ini sudah kesian kalinya mungkin saya suka bertanya sama diri sendiri. Mending deh untuk intropeksi diri bukan karena ada gangguan ya -.- Sering nanya kenapa bisa gini? Kenapa harus kaya gini? Kenapa selalu begini? Kenapa gak begitu aja? Kenapa gini terus-terusan? Kenapa? Kenapa? Mengapa?
Herannya itugak pernah nemu solusi yang mantep.

Karena emang sih sebenernya hidup bukan hanya soal kenapa dan mengapa. Tapi soal "Bagaimana?". Adanya masalah yang datang itu buat diselesaikan, bukan buat dipertanyakan kembali. Ngerti?
Tapi nyebelinnya selalu dilakuin. Nanya kenapa masalah mesti kejadian?

Awal Januari, 2014 saya telah memutuskan segala alur komunikasi saya, Iya menghilang-se-menghilangnya-tanpa kabar apapun. Berusaha buat nyari tau apa kabar dia aja setengah hati, jadi yaudah nyibukin diri sama kumpul bareng temen. Tuntaskah januari? Nyatanya belum tuntas huft.

Saya hilang, dia bales hilang. Saya datang, dia belum bales untuk datang. Dia semakin menghilang.
Tapi disuatu ketika, disaat saya sudah nyaman dengan segala kesibukan saya, ada yang dateng lagi.
Manis banget katakatanya dan pake emote pula. Jarang-jarang, hari itu dia terlalu sweet buat gak ditanggepin kabarnya. Lalu, luluh lah saya. Dan kita komunikasi kaya biasa.

Sampai ketika, akhirnya saya sadar dan bikin sebuah pertanyaan saat itu.

Apa iya cuma saya, ketika dia menghabiskan waktu untuk ngabarin itu, saya adalah orang yang pertama dia kabari setelah ortu-nya?
Apa iya cuma saya, yang dia sms dengan sebegitu manisnya setlah dia menghilang lama?
Apa iya cuma saya, yang dia ceritakan apa yang sekarang sedang dia lakukan?
Apa iya cuma saya, yang berhak tau rahasia-rahasia akademiknya, segala pencapaian dan target yang akan mau dia raih?
Apa iya cuma saya, yang ketika dia hilang dan kembali mengabari dimulai dengan awalan kata "maaf ya baru ngabarin :)" ?
Apa iya cuma saya, orang pertama kali dia ceritakan kalo dia jetlag ketika kembali ke perantauan?
Apa iya cuma saya, orang yang pernah dia nyanyiin di telpon?
Apa iya cuma saya, orang yang paling sering dia sms buat ngomongin topik yang kadang paling aneh sampai bermanfaat?
Apa iya orang itu cuma saya?

Kadang jawaban itu memang tidak kita temukan dalam waktu dekat, kita perlu bersabar untuk menjalani segala siklus yang hilang - datang - hilang - datang - dan begtu seterusnya dalam hidup ini. Mungkin, ini adalah jalan-Nya. Nikmati saja, selagi tidak menghambat segala produktivitas kita dalam bergerak dan berinovasi! :")


Saya tunggu kamu kembali lagi dari berkilo-kilo meter-mu. Hingga saya tau jawaban dari pertanyaan saya itu apa. Saya atau ada yang lain?

Sabtu, 01 Maret 2014

New Family, Pasukan Langit

Maret, 2014
Mulai maret banyak hal baru yang dilakuin. Dan ohya! gue sekarang punya agenda handmade gitu, seneng banget bisa nulis tanggal atau agenda rapat gitu di agenda baru hehe.
Selain itu, 1 maret 2014 sekarang ada kumpul perdana "Welcoming Pendidik Rumbel Bem UI" gitu deh. Seneng deh dapet keluarga baru buat 1 semester kedepan. Semoga kita gak hanya mendidik secara biasa ya, tapi mendidik dengan cinta <3
Anggap aja pin ini sebagai lencana pertama yang didapat dan pengalaman adalah lencana selanjutnya yang bakal diraih! :D

Ini yang hadir ga semua gitudeh hehe semoga nanti pas team building kita makin banyak dan makin akrab :3


Semangat, wahai Pasukan Langit! Kita harus bisa melewati saat cerah dari matahari dan saat hujan dari awan gelap \:D/

Kamis, 13 Februari 2014

Tahun Baru, 2014

Hidup selalu berjalan dan kedepan.
Tak ada yang dapat membuat hidup kembali ke yang lalu.
Waktu akan terus berjalan.
Siapkan dirimu, untuk hal yang jauh luar biasa di tahun 2014.
Segalanya dapat berubah, 'cause everything has change.