Kamis, 18 Juli 2013

Kamu, selamat ulang tahun!

Mulai twitter saya bermula dengan username pertama [@nisafrans] mungkin itu adalah asal mula saya kenal sama kamu. Iya cukup kenal, belum dekat.

Benar, ketika saat itu kamu berhasil membuat saya senang saat melewati usia ke 16 tahun saya, kamu letaknya didepan saya saat itu, saya sedang meniup lilin dihadapan kamu. Iya kamu lagi, kamu yang paling hebat bikin semuanya habis gelap terbitlah terang.

Tampaknya, kesan itu tak berakhir begitu saja bukan? Ingat tanggal 30 Nov 2009 gak? Iya, itu pertama kali kamu ngajarin saya ilmu Fisika. Agaknya kamu paling mengerti bagaimana rasanya saya mengerti.
Kesan selanjutnya? Ah terlalu banyak.

Kesan selanjutnya nyangkut di Bulan desember, pertama kalinya kita telponan bareng hingga dini hari. Akankah ada pembicaraan yang bosan malam itu? sepertinya aku tau jawabannya, tidak. Ingat hal lain yang terjadi dalam telponan bareng kita? Sesimpel 1 bait lagu sebuah group band "Secondhand Serenade - Fall For You" sesederhana itukah anda membuat saya jatuh cinta terhadap lirik lagu itu lebih dalam. Bahkan hingga saat ini, jika anda ingin tau jawabannya.

Lalu hal selanjutnya yang paling bisa bikin saya menjadi ratu sehari adalah saat kita ke Museum PP IPTEK bareng, berdua dengan motormu dan selama di perjalanan itu tak pernah saya mendepani langkah anda dan tak pernah anda didepan saya, kita sejajar. Dengan saat itu tinggi yang belum teramat jauh untuk sekedar menatap bahu anda. Kertas tiket masuknya yg hingga saat ini masih tersimpan rapi disudut ruang didalam dompet saya, iya bagaimana bisa saya lupa, semua ini pasti terekam jelas. Tak berhenti hingga disana hari itu, hingga bermuara pada sebuah mall dijakarta hanya sekedar untuk late lunch bareng, waktu telah kami habiskan waktu itu. Ya, kami bersama.

Pertemuan selanjutnya memang berlangsung sangat lama, dikarenakan kita terpisah oleh keadaan, dimana saya sudah dimiliki yg lain, dan kamu sudah dekat dengan yg lain. Hari-hari biasa dilalui di sekolah saat itu. Masih dalam 1 kelas yang sama namun dengan perasaan yang sama? Oh mungkin tidak, agak sedikit berkurang. Lewatlah sudah hari hari itu selama beberapa bulan sampai tiba disuatu masa sebuah kata kelulusan. Iya, kita lulus. Kita lulus dengan gelar mahasiswa dan mahasiswi yang sudah didapat saat itu, namun dibedakan dengan nama universitas dan beda jarak. Jauh, berkilo-kilometer dan berjam-jam pula untuk sampai disana. Saya depok, Kamu semarang. Komunikasi pun setelah lulus juga terasa jauh, seperti tidak pernah mengenal dan tidak pernah bercengkrama.

Sampai suatu ketika, kita dipertemukan oleh sebuah acara expo campus di sekolah lama kita. Iya kamu rapi sekali dengan almamater biru dongker itu, rambut yg panjang dan menutupi dahi serta tinggi badan yg agaknya semakin tinggi. Kita bertemu dalam satu tempat, namun beda keadaan, tak saling menyapa hanya menebar senyum satu sama lain. Pulangnya, Kaos yg kamu pakai saat itu kembali tertutup oleh sebuah jaket almamater kebanggaan jurusanmu, iya Teknik Informatika Universitas Diponegoro. Hanya lewat tatapan hari itu berlalu dengan sangat cepat, hanya 1 simpul senyuman yang saya dapat untuk mengobati rindu saya saat itu. Cukup, bahkan lebih dari cukup.

Sudah berakhir? Mungkin belum, karena waktu masih berhasil mempertemukan kita bersama. Momen selanjutnya adalah ulang tahunmu, ya memang sebelum hari itu kami intens sekali menjalin komunikasi. Canda, tawa, keluh, serta kesah saya bagi kepadamu. Banyak sekali cerita menarik, hiburan singkat serta nasihat yang membuat saya nyaman. Kamu memang paling bisa membuat segalanya sederhana. Sampai waktunya tepat 19 Juli 2012, dengan umur 19 tahun yang kamu sandang. Saya berhasil mengirimkan sebuah foto hasil bikinan saya dengan doa yg sederhana ke account salah satu media sosial kamu. Bahagia itu sederhana ketika di seen, ketika dibalas dengan kalimat "Makasih ya..." simple bukan? Ah iya, saya terlalu banyak belajar makna kata "simple darimu. Begitu sederhana bukan? termasuk tentang kita.

Ketemu lagi? Ah iya sekarang kita bertemu nyata 28 Juli 2012. Malam itu, selesai acara bukber kelas, kami memutuskan untuk sekedar menghabiskan sisa 1 jam malam kita untuk duduk dipinggir jalan, saya menikmati es krim pemberianmu, dan kamu hanya dengan 1 botol minuman berasa, pulpy orange sepertinya. Sharing bareng, sebentar tapi ramai tak henti dari depan nampak suara lalu lintas yg lalu lalang, hingga akhirnya kita terpisah. Sebuah pemberian kado nyatamu telah mendarat manis di tangan kanan mu dengan sedikit rona senyum malu yg saat itu tak bisa saya tutupkan... Nampaknya saya masih ingat betul malam itu, dipinggir jalan sebuah sudut kota kita bersama.

Juli berakhir.
Agustus berganti.
September datang.
Oktober memulai.

November? Apa yg terjadi? hanya sekedar permintaan doa dari saya ketika saya genap berumur 19 tahun. Hanya sebua request-an doa yang ingin sekali saya butuhkan, dan dia segera mungkin mengaminkan. Ingat betul, janji sebuah kerajinan tangan, buah tangan dari backpackermu dengan temanmu itu. Masih ingat bukan saya? Itu janjimu bukan? Mungkin saya yg salah menerima kata.

Desember lewat.

Januari tiba.
Januari? Iya Januari 2013 merupakan sebuah titik akhir dari sebuah silaturahmi berharga yg sempat saya dapat. Nampaknya kamu sedang senang menikmati sebuah amanah yg sedang melekat dihatimu. Iya saya juga turut berbahagia sekali jika kamu bahagia. Sampai nantinya entah kapan lagi bisa menikmati pinggir jalan raya dengan ditemani lampu jalan yang benderang, entah kapan itu.

Tak lebih lama memang saya mengenal kamu, tak sampai 20 tahun memang saya mengenal dirimu. Bahkan hanya 1 atau 2 tahun saya sedikit mengenalmu, itu sedikit. Tak banyak hal yang sengaja terlewatkan, semua terekam jelas di sini, ya sebuah tempat di relung yg sangat dalam. Hati.

Juli kembali.

19 Juli 2013, Hai bapak ketua, Selamat Ulang tahun, segala dedikasi cerita panjang ini untukmu yg berulang tahun hari ini, sebagai tokoh utama dalam cerita saya. Happy 20th Birthday buat kamu, masdigit. Iya kamu, selamat ulang tahun yang ke 20tahun. Sehat & Bahagia selalu. Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bisa bertemu kembali pada saat waktu yang tepat dengan keadaan yang masih tepat sekali. Hi! Nice to meet you, masdigit. Sukses amanahmu dan segala kehidupanmu, makin sholeh itu yg penting! ;)

Cuma segini yang bisa saya tulis untuk diceritakan, namun semuanya belum hilang, masih terekam sangat jelas, bahkan bisa masih panjang.

Nice to meet you, masdigit. Terimakasih kamu ajari saya banyak hal mengenai kesederhanaan.